Tuesday, September 3, 2019

Review Rumah Belajar Menggunakan Teks to Speech dan Speech to Text

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh



Kali ini saya akan mengulas rumahbelajar. id dari Direktorat pelestarian cagar budaya dan permuseuman dengan judul " Upacara Tarik Batu Kubur- Anak  Alang Sumba Tengah.  Yang pertama akan saya lakukan adalah melakukan   speech to text untuk kemudian mengubahnya menjadi  text to speech.

 Perkenankan saya mengulas sedikit tentang konten upacara tarik batu kubur.  Baik saya mulai.  Bagi masyarakat Sumba upacara penguburan sangatlah penting.  Upacara Ini mulai langka,  Karena jarang dilakukan oleh masyarakat  Sumba.  Mereka masih menganut sistem animisme Marapu,  yaitu percaya pada arwah nenek moyang Meski banyak yang sudah menganut agama seperti Kristen Protestan dan Katolik.

 Dalam upacara ini ada hewan sembelihan yang akan dikorbankan.  Hewan yang disembelih biasanya adalah kerbau atau kuda.  Mereka percaya bahwa roh hewan akan dipersembahkan pada roh nenek moyang.  Sedangkan daging akan diberikan pada orang yang masih hidup.  Bagi saya upacara ini sangatlah menarik karena melibatkan hampir 1000 orang laki-laki yang mengangkat batu seberat 12 ton dalam waktu 7 jam.  Setelah upacara,  mereka harus mencuci tangan untuk kemudian mendapatkan daging dari hewan yang disembelih.

 Menurut hemat saya,  upacara Ini adalah warisan budaya leluhur yang perlu dipertahankan karena akan menambah kekayaan budaya kita.  Selain itu ,  upacara tarik batu kubur ini adalah salah satu daya tarik wisata yang dapat menarik banyak turis mancanegara untuk datang ke daerah Sumba Tengah.




 Review yang kedua, saya akan mengulas konten yang berjudul legenda Danau Kembar.  Bagi saya konten ini sangat menarik karena berisi 3 cerita rakyat yang berasal dari Sumatera Barat dari 3 penulis yang berbeda.  Ketiga cerita ini merupakan cerita rakyat pilihan dari sayembara penulisan cerita rakyat yang diadakan oleh Balai bahasa Sumatera pada tahun 2017.  3 cerita tersebut adalah Gunung Padang dan putri  Ameh bulan Karya iswadi bahadur,  legenda Danau Kembar karya Pinto Anugrah dan orang bunian karya Ramadhani.

 Perkenankan saya mengulas sedikit tentang konten ini.  Penggunaan bahasa Indonesia pada konten ini sudah sangat baik.  Hampir tidak dijumpai kesalahan ejaan sesuai PUEBI.  Namun penggunaan kalimat yang agak kompleks dan disertai beberapa ujaran dalam bahasa Minang membuat cerita-cerita ini agak sulit dipahami bagi anak usia sekolah dasar.  Jika guru ingin mengajarkan cerita ini bagi anak usia SD,  ada baiknya menyederhanakan  cerita ini agar mudah dipahami.  Dari 3 cerita tersebut,  cerita pertama sangat minim ilustrasi sedangkan cerita kedua dan ketiga sudah cukup ilustrasinya sehingga memudahkan siswa untuk memahami cerita.

 Menurut saya konten ini lebih cocok diberikan bagi siswa SMP dan SMA.  Kelebihan konten ini adalah berisi ajaran moral yang baik bagi pendidikan karakter untuk siswa kita.  Diharapkan setelah membaca cerita ini mereka dapat meniru karakter yang baik dalam cerita tersebut.  Sebaliknya,  mereka dapat menghindari sifat tamak,  tidak peduli,  atau bengis yang disodorkan oleh cerita tersebut.

 Berikut adalah alamat link review konten rumah belajar dari you tube
https://youtu.be/H4Q77MYyJTo
 Demikian ulasan saya,  ada kurangnya saya mohon maaf. Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Wednesday, August 21, 2019

Teaching Fun English for Children Using Educative Toys

Video berikut adalah hasil pembelajaran VCT Batch V Wilayah 102 Cibanjar. Pemateri adalah saya sendiri Niken Purwani, S.S., S.Pd Gr (Guru Bahasa Inggris) dengan host Atin Setianingrum, S.Pd. Kim (guru Kimia) dan moderator Ranti Widji Anggraini, S.Pd (Guru Bahasa Indonesia).

Materi yang saya sampaikan ini berkaitan dengan pengetahuan tentang definisi dan manfaat mainan edukatif serta tips dan trik mengajarkan mainan tersebut dengan struktur Bahasa Inggris sederhana. Mari Bapak/Ibu hebat, luangkan sedikit waktu kita untuk bermain dengan anak kita sambil mengajarkan Bahasa Inggris pada anak. Niscaya akan mengurangi kegemaran anak kita bermain gawai.